Atas Desakan Mahasiswa, Akhirnya Bupati Lebak Temui Pendemo, King Naga: Seharusnya Tak Perlu Ada Desakan
Lebak, CATATANFAKTANews — Gelombang kritik mahasiswa terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Lebak semakin membesar. Masa ratusan Kumpulan Mahasiswa Lebak ( KUMALA ) dari berbagai kampus di Lebak menggelar aksi unjuk rasa sejak pagi di halaman Kantor Pemkab, menuntut jawaban atas sejumlah persoalan publik, mulai dari transparansi anggaran, pemerataan pembangunan desa-kota, hingga peningkatan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat. (Selasa, 2/12/25).
Aksi yang sempat berjalan tegang tersebut menjadi sorotan publik Kota Lebak dan sekitarnya. Mahasiswa menyampaikan bahwa terlalu banyak janji pembangunan yang tidak berjalan maksimal, sementara kondisi sosial ekonomi masyarakat masih jauh dari sejahtera. Yel-yel dan spanduk berisi kritik dilantangkan sebagai bentuk peringatan kepada pemerintah agar lebih peka terhadap suara rakyat.
Setelah lebih dari satu jam desakan dilakukan, Bupati akhirnya keluar menemui langsung para demonstran. Kemunculan Bupati di hadapan massa aksi disambut dengan teriakan dukungan sekaligus ekspektasi besar agar pemerintah tidak lagi mengabaikan kebutuhan masyarakat. Dialog singkat pun terjadi di tengah pengawalan aparat keamanan.
Meski demikian, langkah Bupati dinilai terlambat oleh salah satu tokoh masyarakat Lebak yang dikenal luas dengan julukan King Naga. Menurutnya, pemerintah semestinya membuka komunikasi sejak awal, bukan menunggu massa turun ke jalan.
“Seharusnya tak perlu ada desakan. Pemerintah itu bekerja untuk rakyat, dialog terbuka mestinya dilakukan sejak awal, bukan ketika massa sudah memenuhi halaman kantor pemerintah,” tegas King Naga.
Lebih lanjut ia menyebut mahasiswa memiliki peran penting dalam demokrasi.
“Mahasiswa itu penjaga kritis bangsa. Kalau mereka turun, itu tanda ada masalah yang menumpuk dan tak kunjung diselesaikan,” ujarnya.
Kini, publik menantikan apakah hasil dialog ini akan ditindaklanjuti secara konkret. King Naga mengingatkan agar pemerintah tidak memberikan janji yang hanya meredam situasi sesaat.
“Yang rakyat butuhkan kepastian dan kinerja nyata. Jangan tunggu rakyat marah baru bergerak,” tutupnya.
(Regang/Redaksi CFN).






